Hati-hati Salurkan KPR untuk Segmen Milenial

Posted on: November 28, 2018, by :

kpr mandiri millenial




Hati-hati Salurkan KPR untuk Segmen Milenial

Milenial belakangan jadi pembicaraan. Bukan hanya karena menjadi populasi yang tumbuh paling cepat, melainkan juga karena potensi besar bagi penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR).

Menyikapi kondisi itu, perbankan pun mulai merilis berbagai macam promo dan program KPR dan juga kredit pemilikan apartemen (KPA). Terkait hal tersebut, Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BCA) David Sumual menilai perbankan dan regulator tidak bisa lengah dan terlena dengan manisnya pasar properti milenial maupun pembiayaannya.

Semua pihak, menurut dia, harus tetap waspada dan menjaga pasar dari spekulan. "Harus hati-hati di segmen ini, banyak instrumen kebijakan yang bisa dilakukan, kemarin kan mengurangi LTV dan pajaknya, sekarang segmen top tier [Rp1 miliar ke atas] ini sangat lesu. Yang besar itu malah itu di segmen bawah, tetap harus dijaga tetap sehat," kata David dikutip dari situs bisnis.com, Minggu (25/11/2018).

 




 

Ia mencontohkan di Negeri Tirai Bambu, China. Saat ini, terdapat lebih dari 50 juta unit apartemen atau 22 persen dari apartemen yang ada tidak berpenghuni. Kekosongan dipicu aksi para spekulan yang membeli hunian tersebut dengan tujuan investasi.

Kondisi itu, lanjut David, berimbas pada calon pembeli rumah pertama. Mereka tidak memiliki kemampuan finansial untuk membeli hunian tersebut dari para pemilik karena harga sudah melambung tinggi. Apa akibatnya? Banyak muda-mudi di China yang masih tinggal di rumah mertua atau orang tua.

"Kebijakan kemarin sudah sangat bagus kemarin, LTV diturunkan, properti ini bahayanya kalau dia booming, jadi bubble, kalau kolaps itu pulihnya lama sekali. Memang mereka, pengembang, harusnya juga sadar," ujar David.

Consumer Loan Group Head Bank Mandiri Ignatius Susatyo tidak membantah apabila banyak spekulan yang memanfaatkan market milenial untuk berinvestasi. Akan tetapi jumlahnya tidak terlalu banyak.

Menurut Ignatius, banyak spekulan masuk ke pasar milenial sebagai langkah merespons tren di sektor properti. Sekarang, pembiayaan mulai membidik segmen rumah untuk kelas menengah, terutama dengan harga di bawah Rp 800 juta.

Sebaliknya, lanjut Ignatius, permintaan KPR untuk hunian dengan harga di atas Rp 1 miliar mengalami penurunan pemintaan hingga 30 persen. Padahal, permintaan segmen hunian di bawah harga tersebut meningkat sampai dengan 200 persen.

Kondisi ini, menurut Ignatius, membuat banyak bank mulai bergeser ke segmen KPR milenial, terutama untuk pembeli rumah pertama. Para pengembang top di Indonesia mulai menyadari kondisi ini dan mulai membangun hunian untuk segmen tersebut.

"Ciputra, Sinarmas, Sumarecon, Paramount, grupnya Jaya, semua buat rumah di bawah Rp1 miliar. Semua proyek baru mereka, karena mereka melihat pasarnya ada di sana," kata Ignatius juga di situs bisnis.com.




Informasi KPR Promo

Klik tombol masing-masing KPR Bank untuk informasi mengenai KPR Promo selengkapnya:

 

Info-kpr-bca
kprkpr-anz-bank-promo
kpr jakarta

 

kpr bekasi

 

kpr-bank-mandiri-promo
kprkpr-bri-promo
kpr bogor

 

kpr surabaya

 

kpr-bank-btn-promo
kprkpr-bni-promo
kpr bandung

 

kpr surabaya

 

kpr-bank-bukopin-promo
kprkpr-danamon-promo
kpr tangerang

 

kpr tangerang selatan

 

kpr-permata-bank-promo
kprkpr-ocbc-nisp-bank-promo

 

 



Ingin Mengajukan KPR Bank Sekarang?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *