Beda BTN, Mandiri, BNI Merespon Efek Suku Bunga KPR Acuan BI

Posted on: Desember 1, 2018, by :

kpr mandiri millenial




Beda BTN, Mandiri, dan BNI Merespons Efek Suku Bunga Acuan BI kepada KPR

 

Jakarta, CNBC Indonesia - Tiga bank BUMN memiliki respons berbeda terhadap langkah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan pada 15 November 2018 menjadi 6,00 persen. Respons yang dimaksud terkait dengan suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR).

 

Executive Vice President Non Subsidize Lending Division PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN Suryanti Agustinar mengatakan kenaikan suku bunga acuan BI memang berdampak langsung pada kenaikan cost of fund (biaya dana).

 

"Tetapi BTN tidak serta-merta langsung menaikkan bunga kredit untuk KPR BTN," ujar Suryanti Agustinar kepada kompas.com, Selasa (27/11/2018), seperti dikutip pada Rabu (28/11/2018).

 

Menurut dia, BTN menyiasati kenaikan suku bunga acuan BI dengan melakukan efisiensi untuk tetap mempertahankan margin. Efisiensi yang diterapkan, yaitu berupa penghematan berbagai biaya asalkan tidak mengganggu operasional program yang sudah dilaksanakan.

 

Lain BTN, lain pula PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Mandiri berencana menyesuaikan bunga KPR pada 2019 mendatang. Menurut Executive Vice President Consumer Loans Bank Mandiri Ignatius Susatyo Wijoyo, bunga KPR yang berlaku akan berada pada angka 7 persen.

 

"Saat ini, untuk bunga reguler sekitar 6,88 persen fixed tiga tahun," kata Ignatius juga di website kompas.com. Mandiri, menurut Ignatius, telah menaikkan bunga KPR sepanjang tahun ini sebanyak dua kali.

 

Pada Rabu (21/11/2018), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menyatakan belum akan menaikkan suku bunga kredit, terutama kredit pemilikan rumah (KPR). Pernyataan itu disampaikan Corporate Secretary yang juga menjabat sebagai Chief Economist BNI Ryan Kiryanto.

 

"Pertumbuhan KPR saat ini lebih rendah dari rata-rata lima tahun terakhir karena real demand memang belum memungkinkan ke bank," kata Ryan dikutip dari pemberitaan kompas.com.

 

 




 

Menurut laporan BI, laju pertumbuhan penyaluran kredit di sektor properti mengalami perlambatan. Apabila pada Agustus 2018 tingkat pertumbuhan mencapai 15,5 persen, maka pada September 2018, tingkat pertumbuhan berkurang menjadi 14,5 persen.

 

Ryan menjelaskan, situasi saat ini harus dikelola dengan baik. "Apalagi kalau kami harus memaksakan diri untuk tetap menaikkan suku bunga, maka permintaan kredit KPR bisa jadi semakin lesu," tegas Ryan.

 

Akan tetapi, Ia mengatakan, BNI tidak menutup kemungkinan akan menaikkan suku bunga KPR. Semua itu dengan sejumlah catatan. "Kredit bank tidak serta merta hanya mengandalkan suku bunga BI, tetapi juga bagaimana demand masyarakat pada suku bunga tertentu," kata Ryan.

 




Informasi KPR Promo

Klik tombol masing-masing KPR Bank untuk informasi mengenai KPR Promo selengkapnya:

 

Info-kpr-bca
kprkpr-anz-bank-promo
kpr jakarta

 

kpr bekasi

 

kpr-bank-mandiri-promo
kprkpr-bri-promo
kpr bogor

 

kpr surabaya

 

kpr-bank-btn-promo
kprkpr-bni-promo
kpr bandung

 

kpr surabaya

 

kpr-bank-bukopin-promo
kprkpr-danamon-promo
kpr tangerang

 

kpr tangerang selatan

 

kpr-permata-bank-promo
kprkpr-ocbc-nisp-bank-promo

 

 



Ingin Mengajukan KPR Bank Sekarang?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *